Lagi, Sat Polairud Polresta Barelang Yang Dipimpin Kasat Polairud AKP Syaiful Badawi Gagalkan Pengiriman PMI Illegal.

Spread the love
Read Time:3 Minute, 13 Second

Batam – Sat Polairud Polresta Barelang yang di pimpin oleh Kasat Polairud AKP Syaiful Badawi, SIK kembali Menggagalkan Pengiriman PMI (Pekerja Migran Indonesia) ILLegal Tujuan Malaysia. Dan telah berhasil Amankan anak di bawah umur berinisial R (17) Tahun sebagai Tekong Boat, yang di tangkap saat menuju Malaysia di Pelabuhan Tanjung Riau – Kota Batam. pada Rabu (24/11/2021) sekira Pukul 14.00 Wib.

Kasat Polairud AKP Syaiful Badawi, SIK bersama Personil Sat Polairud Polresta Barelang menggelar Konferensi Pers atas Tindak Pidana Penempatan Pekerja Migran Indonesia Illegal Tujuan Malaysia.

Dan di dampingi oleh Kanit Gakkum Sat Polair Polresta Barelang AKP Suko Wibowo, SH, Kanit PPA Polresta Barelang Iptu Dwi Dea Anggraini, S.Tr.K., Kasi Humas Iptu Tigor Sidabariba, SH bertempat di Mako Polairud Polresta Barelang. Kamis (25/11/2021) Sekira Pukul 14.00 Wib.

Kasat Polairud AKP Syaiful Badawi, SIK, menyampaikan Kronologis” Berawal pada Rabu (24/11/2021) sekira pukul 15.00 Wib Unit Gakkum Satpolairud Polresta Barelang yang dipimpin oleh Kanit Gakkum Akp Sukowibowo, SH telah mendapatkan informasi yang terpercaya bahwa akan diberangkatkan kembali beberapa Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke Negara Malaysia secara Illegal melalui Pelabuhan Tanjung Riau – Kota Batam, setelah mendapatkan informasi tersebut team melakukan penyelidikan disekitaran Pelabuhan Tanjung Riau – Kota Batam.

Dan Kemudian pada sekira pukul 16.00 Wib team melihat 1mobil merek Ertiga berwarna Putih yang akan menurunkan penumpang di Pelabuhan Tanjung Riau – Kota Batam.” Ungkap Kasat Polairud Syaiful Badawi, SIK.

Selanjutnya team melakukan pemeriksaan dan benar di dalam mobil tersebut berisi 5 orang Calon Pekerja Migran Indonesia (CPM) yang akan diberangkatkan melalui jalur Illegal. “tutur Kasat Polairud Syaiful Badawi, SIK.

Kanit PPA Polresta Barelang Iptu Dwi Dea Anggraini, S.Tr.K., mengatakan
Guna proses lebih lanjut para korban dan sopir mobil Ertiga dibawa ke Kantor Satpolairud Polresta Barelang untuk di ambil keterangannya. Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui bahwa para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dikoordinir oleh Sdr. S dari Batam. Yang mana Para CPMI diminta berangkat dari Surabaya ke Kota Batam dengan menggunakan Pesawat LION AIR.” tutur Kanit PPA Polresta Barelang.

Dan Sesampai di Kota Batam Sdr. A meminta uang kepada CPMI sebesar Rp. 7.500.000,- untuk biaya keberangkatan Sampai ke Malaysia.” Jelas Iptu Dwi Dea Anggraini, S.Tr.K.,

Dalam kesempatan tersebut Kanit Gakkum Sat Polair Polresta Barelang AKP Suko Wibowo, SH mengatakan
Setelah di Batam para CPMI tersebut di antar ke Hotel Pandawa 5 Pelita untuk menunggu keberangkatan selama 5 hari. dan pada tanggal (24/11/2021) Sdr. A meminta anaknya (Pelaku) untuk menjemput CPMI di Hotel.

Dan selanjutnya Sdr. A (DPO) meminta anaknya (Pelaku R) mengantar para CPMI ke Pelabuhan Tanjung Riau Kota Batam untuk di Berangkatkan ke Malaysia melalui jalur Illegal. sekira pukul 16.00 Wib, (Pelaku R) berhasil diamankan oleh Anggota Satpolairud Polresta Barelang.” Ucap Kanit Gakkum Sat Polair Polresta Barelang AKP Suko Wibowo, SH.

Adapun yang telah berhasil di Amankan terhadap tersangka tersebut Terdapat Barang Bukti berupa yakni 1 Unit Mobil Suzuki ERTIGA berwarna Putih, 1Unit Handphone Merek VIVO berwarna Merah, 1 Buah Bukti Transper dari Sdr. DJEMADI ke rek BRI an. SUWANDI, 5 buah tiket Pesawat LION AIR, 1foto copy Kartu Keluarga. “Ungkap Kanit Gakkum Sat Polair Polresta Barelang AKP Suko Wibowo, SH.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur, SH, SIK, MH melalui Kasat Polairud AKP Syaiful Badawi, SIK mengatakan membenarkan adanya Tindak Pidana Penempatan Pekerja Migran Indonesia Illegal Tujuan Malaysia yang saat ini (Pelaku R) Anak di bawah umur beserta Barang bukti sudah di amankan oleh Satpolairud Polresta Barelang untuk Penyelidikan Lebih Lanjut.” Ujar Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur, SH, SIK, MH melalui Kasat Polairud AKP Syaiful Badawi, SIK.

Atas Perbuatannya Pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan atau pasal 83 UU RI No 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Dan dengan Ancaman pidana 10 tahun Penjara atau denda paling banyak Rp 15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah).” Ungkap Kasat Polairud AKP Syaiful Badawi, SIK.

“(Hany s).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *